Tag Archives: Pengalaman
Bermakna
(creative house)
Kata itu bermakna jika
Tercipta lewat fakta
Kata itu bermakna jika
Mengalir melalui rasa
Kata itu bermakna jika
Tercipta dalam nada
Kata itu bermakna jika
Mengalir tanpa dusta
Kata itu bermakna jika
Dari dinginnya dunia
Kata itu bermakna jika
Dengan cinta
April 2011, 8th
Aturan-aturan bertamu ke Baduy
Melanjutkan cerita tentang Baduy, sebelum berlanjut kepada cerita perjalanan ada baiknya kita terlebih dahulu menyamakan persepsi tentang adat yang harus dihormati selama perjalanan di Baduy. Berdasarkan surat keputusan camat Leuwidamar No: 556.4/305-Kec/IX/2005 ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh tamu yang akan berkunjung. Terdapat 24 aturan yang harus dipatuhi dan dihormati adapun aturan tersebut adalah;
- Melapor kepada Kepala Desa Kanekes
- Mengisi buku tamu yang telah disediakan
- Menghargai serta menghormati adat istiadat masyarakat Baduy selama ada di wilayah Baduy.
- Tidak membawa radio/tape, serta tidak membunyikannya selama berada di wilayah Baduy.
- Tidak membawa gitar atau memaikannya selama di Baduy.
- Tidak membawaalat pengeras suara serta tidak membunyikannya selama berada di wilayah Baduy.
- Tidak membawa senapan angina atau sejenisnya.
- Tidak membuang sampah sembarangan (terutama dari bahan kaleng atau plastik).
- Tidak membuang sampah dan sejenisnya ke sungai.
- Tidak membuang punting rokok yang masih menyala.
- Tidak menebang pohon sembarangan.
- Tidak mencabut dan merusak tanaman sepanjang jalan yang dilalui.
- Para pengunjung dilarang memasuki hutan larangan; Hutan Lindung dan Hutan Tutupan.
- Tidak membawa dan mengkonsumsi minuman yang memabukan.
- Tidak membawa dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang (seperti narkoba, shabu-shabu dan lainnya).
- Tidak melanggar norma susila.
- Penginapan di Baduy Wanita dan Pria terpisah kecuali suami istri.
- Tidak mengunakan sabun, odol jika mandi di Baduy dalam.
- Bagi kulit putih, (bukan orang Indonesia) dilarang memasuki Baduy dalam (Cibeo, Ceretawana, dan Cikeusik). Di Baduy dalam dilarang; membuat film, membuat rekaman video, dan membuat rekaman suara.
- Pada bulan Kawalu menurut penaggalan Baduy, selama tiga bulan berturut-turut baduy dalam tertutup untuk semua tamu.
- Untuk para peneliti harus membawa Surat Keterangan Penelitian dari masing-masing lembaga (Kampus).
- Mematuhi peraturan Undang-undang yang berlaku di Indonesia.
- Menjaga stabilitas keamanan, ketentraman, ketertiban umum dan kebersihan.
- Melaksanakan ajaran/perintah agama secara tertib dan tidak mencolok
Cukup jelas kan aturan bertamu nya? Yah, semuanya dilakukan untuk menjaga dan menghormati ada istiadat setempat. Jadi, tunggu apalagi? Mari berkunjung ke Baduy!
Salam perubahan!
*Sumber: dokumen pribadi
Baduy

- Patung Penanda Menuju Baduy: http://visitbaduyvillage.com/
Tulisan ini dibuat untuk mengenang almarhum Maman Suherman, guru saya yang mengajarkan hidup selaras dengan alam selama sandi berada dibawah bimbingan-nya di SASRAPELA, semoga Beliau mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya, aaaamiiin…
Apa itu baduy?
Baduy/Badui adalah sebuah tempat yang hidup suatu kelompok masyarakat adat Sunda. Baduy berada di wilayah Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Berdasarkan dari Wikipedia, populasi masyarakat sekitar 5.000 hingga 8.000 orang. Masyarakat baduy merupakan salah satu suku adat yang menerapkan prinsip hidup tertutup dari dunia luar. Sandi sendiri pernah berkunjung disana selama dua hari, yakni tanggal 14-15 Juli 2006. Dengan rombongan dari SMAN 1 Rancakalong, klub pecinta alam SMAN 1 Rancakalong-SASRAPELA.
Ada apa disana?
Sebuah desa kecil di kabupaten Lebak kecamatan Leuwidamar. Tidak banyak yang aneh disana, karena sandi sendiri berasal dari kampung, apalagi ketika itu sandi tidak begitu peka dengan perbedaan budaya. Namun banyak hal yang didapatkan dari perjalanan itu. Yang jelas disana sandi mendapatkan arti kesederhanaan dalam hidup dan perjuangan dalam mencapai tujuan. Memang kerja keraslah yang menjadikan sandi dapat menempuh petualangan ini tanpa mengeluarkan biaya sendiri. Kenapa bisa? *nanti sandi beritakan selengkapnya…
Kembali ke Baduy, tidak seperti perjalanan ke kota-kota besar atau daerah yang dapat dilalui oleh kendaraan, perjalanan ke Baduy sendiri harus dilalui dengan berjalan kaki dan banyak aturan-aturan ada mengikat selama berpetualang disana. Semuanya dilakukan demi keamanan dan penghormatan terhadap adat istiadat setempat. Baduy merupakan tempat dimana kehidupan berasal dari dan untuk alam, manusia dituntun untuk menjaga, melestarikan dan hiup selaras dengan alam.
Di zaman yang global warming seperti sekarang, menemukan kehidupan yang alami adalah sebuah surga dunia. Ada baiknya kita menengok dan belajar dari mereka. Mari berkunjung ke Baduy!
Salam green peace!!
*Sumber: Pengalaman Pribadi dan Kampung Baduy











