Tag Archives: 450kata

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Guntur (1)

Sandi Juandi

Sandi Juandi

Sebelumnya Sandi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pengunjung setia Catatan Peneliti yang bertamu akhir pecan kemarin.  Sandi belum dapat bertegur sapa dengan sahabat semua dikarenakan sedang dalam perjalanan menuju Garut, untuk mendaki Gunung Guntur bersama kawan-kawan OOPS (Oge Oge Pisan).  Selain itu juga adanya perbaikan server dan maintenance web mengharuskan Sandi untuk membekukan kegiatan menulis, dan mohon doanya ya sahabat, mudah-mudahan perbaikan nya lekas selesai, aaaaamiiiin…

*Okay, let me tell you the story of my holiday…

Jumat, 27 Januari 2012

<<<Preparing the Journey>>>

Dalam mempersiapkan perjalanan pendakian gunung Guntur kemarin Sandi tidak mempersiapkan nya terlalu terperinci.  Selain terbatasnya sumber anggaran, persiapan kemarin tidak maksimal karena adanya kegiatan beruntun sebelum Sandi berangkat.  Banyak hal yang bias di bagikan mengenai bagaimana merencanakan perjalanan, jadi berkunjung yang sering ya Sahabat… :D

<<<On the way to Garut>>>

Perjalanan bersama motor tersayang menuju Garut kota Intan.  Sejujurnya ini pengalaman pertama menggunakan motor sendirian ke Garut terutama menggunakan jalur Garut kota yang tidak begitu Sandi kenal dengan jelas.  Selain was-was ‘hariwang’ tersesat dijalan, ada perasaan takut juga ketika mendengar jalan nagrek, tanjakan yang curam katanya.  Namun berkat doa Orang tua dan sahabat, Alhamdulillah perjalanan berjalan lancer, sukses, jaya dan full barokah… J

<<<Arrived in Tarogong>>>

Ini bukan kali pertama Sandi mendarat di bumi, tapi ini kali pertama Sandi mendarat di Tarogong-Garut kota begitulah.  Kota Tarogong tertata dengan rapi, Sandi mendarat pertama kali di alun-alun Tarogong menunggu Fahmi yang menjadi tuan rumah dan penggagas ide pendakian Gunung Guntur ini.  Sambil menunggu tidak lupa makan baso tahu dong; mau, mau, mau… :D

<<<Bertamu di rumah Fahmi>>>

Dengan ransel 70+5 yang menempel mesra di punggung Sandi, akhirnya sampai juga di cek poin pertama.  Rumah Fahmi, rumah fahmi, rumah Fahmi… :D

<<<Ciengan the Hot one>>>

Mau berenang ga malam-malam?  Pasti kemungkinan besar sahabat tidak akan mau ya?? Kalau Sandi mau-mau saja, karena ini beda.  Berenang di air panas!  Hore, berenang ini menjadi relaksasi yang sangat mujarab setelah perjalanan tadi siang.

<<<The Night before the Journey>>

Setelah berenang di air panas, badan sandi terasa sangat nyaman dan santai.  Memang mandi air panas menyenangkan.  Saat nya tidur dengan pulas sebelum perjalanan pendakian besok pagi.  Namun tidak semudah itu tidur ketika sahabat-sahabat OOPS sedang on the spirit… :D

Sabtu, 28 Januari 2012

<<<Adzan Shubuh>>>

Ini adzan subuh pertama yang membuat Sandi bingung, karena bedanya kesiapan tuan rumah dalam menyikapi waktu ijabah doa.  Sandi harus banyak mencontoh dari kesigapan keluarga ini dalam menjemput ridho Allah… J

<<<Sarapan Pagi>>>

Bangun tidur loh ini, hehehe… Tapi bukan baru bangun tidur sekali, selepas sholat Shubuh tadi Sandi tidur lagi karena malam baru tidur sekitar pukul 1 pagi.  Namun sayang nya, Sandi sudah lama tidak membiasakan saparan pagi sehingga perut Sandi menolak untuk sarapan pagi.  Jangan di tidur ya sahabat, sarapan pagi-pagi itu adalah kunci kesuksesan; dan Sandi pun akan membiasakan diri kembali untuk sarapan pagi… J

<<<Obrolan dengan K.H. A. Saefuttamam, MBA>>>

Tidak dapat dipungkiri kalau Sandi mencintai pembicaraan yang membangun dan menginspirasi.  Sarapan pagi yang terlewat tadi tergantikan dengan sarapan Ilmu yang bermanfaat bersama dengan K.H. A. Saefuttamam, MBA.  Banyak ilmu yang tergali dari sana… J

<<<Ready to Success!>>>

Perjalanan pendakian Gunung Guntur dimulai, tidak ada kata menyerah untuk sukses!  Perjalan yang ribuan kilo meter pun dimulai dengan satu langkah, begitulah kata bijak yang sering mengiang-ngiang… :)

<<<Bersambung>>>

Tentang Sinetron

Tulisan sudah mencapai 200 kata dan hilang di telan angin karena mati lampu pagi tadi, padamlah ide sedang memuncak dan tangan yang sedang kreatif menyalurkan inspirasi dan motivasi menulis. Begitulah sayangnya kehidupan memang tidak selalu berjalan mulus… :(

Baiklah kembali ke topik, Sandi akui sandi adalah pecinta sinetron. Yah, Sandi laki-laki tulen dan masih perjaka suka dengan yang namanya sinetron… :D  Apa kata dunia? Memang kenapa kalau Sandi suka sinetron?? :)

Perlu bukti kah kalau Sandi pecinta Sinetron??? :D

Semuanya berawal dari Anjasmara yang membintangi sinetron Tersayang, hingga nama Anjasmara terpampang di label identitas MOS SMP Sandi dahulu, tapi Sandi masih sehat tentunya. Lalu dilajut dengan Kehormatan, Tersanjung, Hikmah, Bidadari dan banyak lagi sinetron yang di keluarkan oleh Mutlivision Plus yang merajai segala raja sinetron pada zaman itu, kalau sekarang sudah Sandi kurang update sih… :D Dan terakhir yang masih hangat adalah sinetron Cinta Fitri dari session Fitri yang culun hingga Fitri yang gimana gitu udah tidak culun lagi. Sandi hapal hampir semua aktor baik dan buruk nya, ikut kesel ketika Firti “disakiti.” Yah, itu zaman gila-gila nya Sandi dengan sinetron Cinta Fitri… :D

Eit, tidak hanya sampai disana; sebagai manusia paripurna, Sandi juga suka menonton sinetron kolosal yang bertema persilatan. Dimulai dengan Si buta dari Gua hantu, Wiro Sableng Kapak Maut 212 (Sinto Gendeng), Merapi (Nenek Lampir), Nyi Roro Kidul dan apalah itu yang semacam demikian yang banyak berseliweran di layar kaca. Sampai bercita-cita yang aneh-aneh begitulah… :D

Dan apa dong? Yah ini bagian penting yang akan Sandi bagikan; kemarin malam bersama keluarga Sandi kembali menonton sinetron yang ada di sebuah televisi dalam negeri tentang tendangan apa begitu; judul disensor dan tidak bermaksud apapun. Hampir absen menonton sinetron selama mulai masuk kuliah ini membuat kegiatan menonton menjadi mengasikan. Terlebih ketika menonton nya dapat bersama dengan keluarga dan adik-adik ku sembari membedah rancangan penulisan buku yang akan Sandi terbitkan Juni mendatang. Dan di ruang kreatif itu munculah sebuah lelucon yang sangat menggelitik. Apa ini yang harus anak-anak pelajari  dan amalkan dalam kehidupan yang nyata?

Jika berkaca pada perkataan Raditya Dika, Sandi baru sadar bahwa memang diakui kalau tayangan yang ditonton tadi tidak rasional (awkward kata penulis kambing jantan mah). Sejalan dengan itu Pak Aa-guru Sandi yang sudah seperti ayah saya sendiri berkata; “Manya, meni teu masuk akal pisan, nu jadi peran jahat meni jahat pisan teu tobat-tobat… :D ” (kurang lebih demikian ujarnya). Lalu mengapa? Yah, itu memang sinetron dan hanya sebuah cerita dan tidak harus juga diperdebatkan. Mungkin Sandi tidak menonton dari awal karena selalu ada tulisan yang menyatakan;

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama, tokoh, sertting tempat dan lainnya… :D

Aihhhh, mau kemana? Sini sahabat, coba tengok lebih dekat dengan sinetron yang sahabat tonton. Apakah itu mendidik dalam sahabat dan keluarga sahabat demi kebaikan? Apakah tontonan yang selama ini sahabat dan keluarga sahabat tonton bermanfaat?? Apakah tontonan yang selama ini menghibur sahabat dalam waktu luang bersama keluarga itu menjadi kebaikan???

*Yah ini, hanya sebuah pertanyaan yang mengelisik dan harus Sandi dan sahabat pikirkan. Nanti kita sambung kembali, sekarang jam 1;17 saat nya sholat Tahajud dan mempersiapkan proposal penelitian. Mohon doa kan semoga semua berjalan sesuai rencana, semoga Allah memudahkan kita selalu… :)

Tantangan Menulis

Sejujurnya saya menulis tulisan ini dengan tujuan untuk memenuhi tantangan dari guru Sandi (Eki Qushay Akhwan), jika sahabat mengikuti perjalanan laman ini, sahabat akan melihat tag “450 kata”. Tag tersebut Sandi dedikasikan sebagai pengingat bahwa Sandi sedang mengikuti tantangan menulis untuk mengasah kemampuan Sandi sehingga dapat berkembang dengan pesat dan maksimal melalui membaca dan menulis.
Menulis bagi Sandi adalah hal yang paling menyenangkan, karena Sandi dapat membagi semua pengalaman yang sandi alami dan menyapa sahabat untuk saling memberikan kebaikan. Pada awal perencanaan pembuatan laman ini, sandi berencana untuk menulis secara teratur setiap hari sebanyak 200 kata saja dan itu terlaksana diawal awal, namun dengan adanya tantangan dari guru Sandi (Eki Qushay Akhwan) Sandi merevisi target harian Sandi dengan membuat tulisan sebanyak 450 kata perhari. Tapi sayangnya sampai saat ini (hari ke-10) baru dua tulisan, tiga dengan tulisan ini yang dapat Sandi hasilkan secara maksimal. Kenapa demikian?
Pertama, Sandi belum menuliskan dan merevisi ulang rencana harian Sandi secara tertulis dan nyata. Hal ini membuat fokus dan tujuan Sandi untuk menulis menjadi mengambang dan tidak mendapatkan perhatian penuh dalam jadwal harian. Pada awal blog ini di buat Sandi telah membuat rencana membuat tulisan perhari, namun sayang hal tersebut tidak terlaksana dengan maksimal ketika sudah berkecimpung kembali dengan dunia kampus yang cukup menyita perhatian sandi. Sehingga otomatis kegiatan menulis Sandi harus dikurangi dari biasanya.
Kedua, menulis lewat media daring tentu sangat berbeda dengan menulis diatas kertas yang tidak terhubung dengan internet. Sampai saat ini, koneksi internet yang Sandi gunakan dapat dikatakan baik namun tidak stabil untuk digunakan di kampung tercinta. Terutama dengan kendala lambatnya ketika mengakses laman yang cukup banyak memerlukan energy. Sejujurnya ini sangat mengganggu sekali. Doakan Sandi ya sahabat, Sandi berencana harus memiliki Galaxi Note dari Samsung untuk memudahkan sandi dalam membagikan pengalaman Sandi. Doakan semoga February ini Allah memudahkan Sandi untuk dapat segera memiliki Galaxi Note yang barokah dan membawa manfaat, aaaamiiiin…
Ketiga, menulis dengan membaca memiliki keterkatian yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Dan sekarang ini Sandi sedang jarang membaca. Tentu saja itu tidak baik untuk perkembangan kemampuan sandi dalam menulis. Dengan membaca tulisan ini Sandi berencana penuh untuk mengembalikan semangat dan motivasi Sandi dalam membaca dan menulis. Doakan Sandi ya sahabat, semoga Sandi semakin rajin membaca dan menulis, aaaaamiiiin…
Keempat, jadwal kegiatan yang tidak dapat diantisipasi untuk memberikan peluang bagi Sandi untuk menulis. Dalam menulis, Sandi memiliki ritual tersendiri dan jika tidak terpenuhi maka Sandi sulit menulis dengan maksimal. Minggu kemarin adalah minggu yang sangat padat, kegiatan yang Sandi alami sangat menyita waktu namun banyak membuka pemikiran.
Di mulai dengan persiapan rapat pembentukan perusahaan Enlighten Inc sebagai tindak lanjut dari hasil PKM Kewirausahaan Sandi yang lolos masuk ke Dikti hampir seminggu ini. Dilanjutkan dengan agenda rapat persiapan Musyawarah Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris dan kegiatannya dari hari kamis hingga hari minggu kemarin. Lalu undangan persiapan penelitian Masyarakat Linguistik Indonesia pada dari hari kamis hingga sabtu. Selain itu juga ada kegiatan pengumpulan data dan informasi untuk pembuatan proposal PKM GT Sandi dan tim, hingga agenda pulang kampung dan lainnya yang sangat menyita waktu.
Kelima, motivasi yang kuat untuk selalu menulis walau hanya satu kalimat setiap harinya. Jika dirunut menuju hadist, smapaikanlah walau hanya satu ayat. Menulis bagi sandi adalah jalan Sandi menyampaikan ide-ide kebaikan. Tak ada bedanya dengan dakwah lisan. Mudah-mudahan catatan penelitian ini menjadi jejak-jejak Sandi dalam mensyukuri dan mengajak sahabat menuju kebaikan, aaaaamiiin…
Lalu? Sejujurnya motivasi Sandi menulis minggu kemarin sempat menurun karena adanya kritikan bahwa tulisan Sandi tidak ilmiah dan hanya seperti diari saja. Hal tersebut merupakan pukulan yang sangat berat. Memang sandi juga mengerti apa yang dimaksudkan, namun untuk Sandi berprinsip lain ketika berhadapan dengan menulis. Bagi Sandi memiliki prinsip bahwa;

Menulis tidak hanya sebatas menggoreskan kata-kata, tidak cukup dengan menekan papan ketik saja, tidak akan berhasil tanpa rencana, tidak akan berarti tanpa bukti, tidak akan mengena jika dusta; selebihnya tidak akan bermakna tanpa cinta.

Sehingga melalui tulisan ini sandi mengajak diri Sandi dan sahabat untuk kembali membaca dan menulis sehingga dapat turut serta memberikan kontribusi terhadap meningkatnya daya saing bangsa Indonesia. Terima kasih yang tulis untuk sahabat yang telah membaca tulisan ini dan memberikan komentar yang membangun. Tulisan ini tiada makna tanpa sahabat. Mohon doakan Sandi sehingga kuat berkomitmen untuk menulis dan memberikan kebaikan dalam setiap tulisan yang sandi tulis, aaaamiiin…
Saat ini Sandi sedang di kampung halaman tercinta (Sumedang), berencana untuk merevisi ulang target dan jadwal kegiatan untuk semester ini dan semua perencanaan dan target hidup Sandi secara menyeluruh. Mohon doakan juga semoga semuanya berjalan sesuai rencana, aaamiiin…

Salam hangat sehangat mentari pagi

Sandi Juandi

Switch to our mobile site