Keajaiban Keyakinan
Minggu, 1 April 2012
Dahulu dikala Sandi pulang dari Sumedang ke Bandung sehabis mudik, biasanya harus ada dana paling minimum ya 20 ribu rupiah lah buat di jalan. Namun berbeda dengan sekarang, entah kenapa sekarang Sandi bisa yakin bahwa dengan modal 2 ribu pun Sandi masih bisa pulang pergi Bandung Sumedang dengan selamat sentausa dan sejahtera, aaaamiiinn…
Bagaimana bisa demikian?
Em, begini sahabat; jangan bilang-bilang ya ke siapapun. Ini rahasia kita saja…
Semenjak beberapa bulan terakhir ini, Sandi memiliki keyakinan yang menghujam bahwa Allah yang Maha Mengetahui segalanya adalah Maha Pemberi Rejeki, Maha Adil dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan keyakinan yang menghujam bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya, maka Sandi membulatkan tekan dan memperbaiki serta meningkatkan kerja keras Sandi untuk berusaha lebih baik dan giat terbalut dengan kejujuran dan niat yang tulus mengharap ridho Allah semata. Makanya dengan keyakinan tersebut Sandi sekarang tidak terlalu khawatir dengan pembagian rejeki yang Allah pasti cukupkan setiap waktu…
Lalu apa hubungan nya dengan ongkos ke Bandung 2 ribu rupiah?
Memang pada saat Sandi akan berangkat ke Bandung, Sandi hanya mengantongi uang dalam dompet 2 ribu rupiah saja. Namun dengan keyakinan yang tadi Sandi utarakan, Alhamdulillah, setelah berpamitan dan memohon doa restu kepada Orang tua Sandi, Sandi mendapat ridho dan kucuran dana sebanyak 45 ribu rupiah. Mungkin sahabat akan tertawa, yaiyalah pasti bisa ke Bandung jika dengan Uang segitu!
Eit, tunggu dulu. Dengan uang 47 ribu rupiah di dalam dompet serta bekal doa dan restu orang tua terbalut keyakinan terhadap Allah semata Sandi memulai petualangan. Bismillah, motor jagur tinggal landas dari rumah sukses ku dan menuju rumah inspirasi. Singgah sekitar 10 menit dengan terburu-buru karena dikejar waktu, dan inilah yang Sandi kerjakan. Sandi mencoba menguji keyakinan terhadap diri, lalu? Cling uang dari dompet Sandi keluarkan sebesar 20 ribu rupiah untuk membayar kartu nama Sandi. Sandi memiliki keyakinan bahwa, barang siapa yang menahan rejeki dari Allah untuk orang lain; maka Allah pun akan menahan rejeki nya. Intinya sih, pejabaran dari barang siapa yang berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada yang berbuat baik…
Nah, sahabat tersisalah uang di dalam dompet yang penuh dengan keyakinan tersebut sebesar 27 ribu rupiah. Lalu? Sandi meluruskan niat dan tekad sembari berpamitan. Bimillah…
Perjalanan Sumedang-Bandung, biasanya Sandi tempuh selama 2-3 jam, mengingat kepadatan jalan dan keadaan motor Sandi yang memang tidak bisa mengebut…
Namun dengan perjalanan panjang tersebut, Alhamdulillah banyak sekali inspirasi dan ide-ide cemerlang yang memberikan pencerahan terhadapa kehidupan Sandi. Terima kasih banyak Jaguuur…
Tak jarang dalam perjalanan yang melelahkan tersebut, Sandi tertidur sambil mengendarai motor…
Bukan sedang atraksi seperti sirkus, namun bagaimana lagi; biasanya kelelahan dengan rutinitas sehari-hari membuat stamina tubuh menurun. Dan keadaan menggunakan motor adalah keadaan yang santai untuk beristirahat, apalagi jika sendirian tidak ada teman ngobrol…
Dengan setengah terpapah-papah karena ngantuk, perjalanan masih terus berjalan kadang berhenti sebentar untuk menyegarkan kembali pikiran. Namun ketika menginjak setengah perjalanan, kepala Sandi semakin pusing dan mengantuk sehingga Sandi merubah strategi dan memberanikan diri untuk beristirahat sejenak di Sari Kedelai, Rumah Makan tahu khas Sumedang yang berada di Jatinaggor. Dan cling, Sandi keluarkan 20 ribu rupiah untuk membeli tahu dan pisang keju, makanan kesukaan Sandi. Jadi sisa uang yang Sandi bawa ke Bandung adalah? Ya, tinggal 7 ribu rupiah lagi loh?
Nah dengan uang itulah Sandi berangkat ke Bandung dan memulai kehidupan kembali sebagai mahasiswa. Lalu apa keajaiban keyakinan yang Sandi dapatkan? Mari kita tanya Galileooo…
<bersambung ke edisi mendatang…>
Permohonan Maaf
Saya akui bahwa Sandi memang tidak dapat luput dari kesalahan dan dosa, biasa nya tradisi memohon maaf ini akan ada mendekati Ramadhan. Namun Sandi berpikir bahwa waktu tidak pernah dapat di prediksi dan Sandi harus sigap mengakui kesalahan dan dosa yang sandi perbuat, sehingga kelak ketika ajal menjemput diri telah siap menghadap kepada-Nya.
Lalu melalui tulisan ini Sandi memohon maaf kepada siapapun yang telah terlukai oleh Sandi, baik itu melalui ucapan, tulisan, atau gerak-gerik Sandi yang yang berlebihan. Apalah daya, diri ini pun masih terikat dengan aturan manusia yang tidak mau mengalah dan ingin menang sendiri. Maka dengan segala kerendahan hati, Sandi memohon maaf kepada teman-teman -teman Sandi, mulai dari LRA (Language Researcher Association); OOPS, Tag-On-Y, Kelas 6B English Language and Literature 2009, Enlighten Greatest Team, Blow Up!, dan semua teman-teman yang merasa terdzolimi oleh Sandi. Semua yang terjadi dimasa lalu biarlah menjadi sebuah perjalanan hidup yang akan selalu Sandi dan teman-teman petik hikmah kebaikan-nya sepanjang masa.
Selain itu pula, Sandi memohon maaf kepada para guru-guru Sandi, yang selama ini membatu Sandi dalam suka dan duka. Sandi memohon maaf karena keegoisan diri ini terlalu tinggi sehingga tidak mudah untuk dikendalikan. Namun dalam perjalanan waktu, tidak ada yang tidak dapat diperbaiki. Mohon doanya semoga Sandi dapat memperbaiki diri dengan lebih bertanggung jawab, aaaamiiiin…
Terakhir, Sandi mengucapkan terima kasih yang terdalam kepada siapapun yang dengan kerelaan hati mendoakan, mendukung dan memberikan dorongan yang membangun Sandi disaat semua arah terasa sama saja buntunya. Semoga kelak Allah yang Maha Adil memberikan tempat yang terbaik atas kebaikan tersebut.
Teriring dalam permohonan maaf setulus hati,
Sandi Juandi
Celoteh Hati
Jika ada pisau melukai tangan
Masih ada perban dan betadin mungkin
Jika ada silet melukai kulit
Masih ada plester dan obat merah mungkin
Jika ada belati menyayat badan
Masih ada jarum dan benang mungkin
-tapi
Kalau ada ucap mengiris hati
Adakah perban dan betadin?
Kalau ada tingkah melukai diri
Adakah plester dan obat merah?
Kalau ada polah menyayat jiwa
Adakah jarum dan benang?
Yang mungkin merekatkan yang terluka?
Saya terluka
Terluka karena cinta
March 22, 2012










