IPK TIDAK PENTING TETAPI SANGAT PENTING!
Sebenarnya Sandi tidak pernah mempermasalahkan tentang penilaian orang, terutama masalah penampilan atau yang lainnya. Lalu kenapa? Begini sahabat, 2012 ini dapat dikatakan sebuah revolusi dan pergerakan yang sangat keras bagi perjuangan Sandi untuk menggapai cita-cita dan harapan yang selama ini Sandi bangun. Kali ini Sandi akan sharing tentang system penilaian perkuliahan. Sandi sangat gatal melihat berbagai rumor yang ada. Cerita kali ini sangat emosional dan sensitif, bagi yang peka terhadap bahasa Sandi sarankan jangan membacanya. Mohon maaf sebelumnya jika sabahat tersinggung dengan kata-kata Sandi. Sampai disini saja baca nya jika sahabat tidak ingin tersinggung.
Baiklah, karena sahabat memaksa membaca kritikan pedas ini; maka emosi dan segala konsekuensi menjadi tanggung jawab masing-masing… J
Penilaian perkualiahan umumnya berbentuk abjad A, B, C, D atau E akan sangat menentukan masa depan sahabat di kemudian hari. Ada pendapat bahwa IPK itu tidak penting, fakta nyatanya kemarin saya melihat update status di facebook tentang IPK yang tidak penting, meski hanya sekilas saja. Sandi juga sependapat bahwa IPK TIDAK PENTING TETAPI SANGAT PENTING!
Mengapa demikian?
Sahabat ku yang baik hati, bagi Sandi yang berasal dari desa terpencil nun jauh di Sumedang sana IPK adalah sebuah catatan yang akan selalu diingat sepanjang masa. Bayangkan saja jika Sandi memiliki pendapat bahwa IPK itu tidak penting, lantas apa yang akan Sandi lakukan selama Sandi menuntut ilmu di perkuliahan? Apakah akan hanya berdiam diri saja dan tidak memikirkan tentang IPK?? Bagi sandi IPK itu sangat penting sekali sahabat, karena ia adalah fakta yang akan berbicara ditengah realita yang ada.
Mungkin juga sahabat akan berkata bahwa kuliah itu kan bukan hanya bertumpu dengan penilaian dosen? Yah, Sandi mengerti betul dengan hal itu. Meski penilaian manusia memang tidak ada yang sempurna, namun IPK adalah sebuah tanda bahwa sahabat bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Jadi IPK itu sangat super penting, karena ia adalah tanda nyata karya sahabat selama menempuh perkuliahan.
Lalu kalau sahabat berpikir bahwa ilmu juga dapat didapatkan diluar bangku kuliah, ga usah kuliah saja kalau demikian ya?
Justru, kalau Sandi kuliah sekarang sedang meniti karir akademik yang di buktikan dengan data tertulis yang jelas, yakni IPK. Kalau sahabat berpikir IPK itu tidak penting maka apa gunanya kuliah dong? IPK itu sangat super penting sekali, karena ia adalah rekaman kinerja sahabat selama bergelut di bidang akademik.
Mungkin masih banyak lagi perdebatan yang lainnya. Namun, bagi Sandi ketika kita melabeli sebuah nama terhadap apapun itu maka itu adalah doa yang nyata dan akan terwujud cepat atau lambat. Maka dari itu jika kita menyatakan dalam diri bahwa IPK itu tidak penting maka secara sadar ataupun tidak sahabat akan membuat alam bawah sadar sahabat menjadi malas untuk kuliah, malas untuk membaca, malas untuk bertanya dan semua hal yang membuat sahabat mendapatkan IPK yang tidak penting tadi. Maka dari itu Sandi, mengajak sahabat menyatakan dalam diri sahabat sekarang juga bahwa “IPK itu sangat super penting sekali ‘pisan’ demi kemajuan hidup saya dan saya akan menggapai IPK 3.75 dan cum laude!” Aaaaaaamiiiin… J
Pasti sedang berpikir muluk-muluk ya? Pasti kamu bilang demikian karena nilai IPK kamu gede ya? *muka kesel, ngambek dan pengen ngasih duit ke Sandi* Oh, tidak demikian juga. Saat ini IPK Sandi sampai semester 5 hanya 3.35 dan itu di nilai kecil dibandingkan dengan teman-teman Sandi, karena dulu sandi berprinsip IPK itu tidak menjamin kesuksesan. Dan sekarang berbeda jauh, sandi berpendapat bahwa IPK itu sangat super penting sekali dan dengan menulis ini Sandi menstimulus otak sandi berpikir bahwa IPK itu sangat super penting sekali, sehingga kelak IPK sandi dapat mencapai 3.75 dengan predikat kelulusan cum laude, aaaamiiiiin… Mohon doanya ya sahabat, mohon doakan dengan ikhlas. Dan Sandi juga berdoa setulus hati semoga kita semua mendapatkan IPK cum laude dan predikat lulusan terbaik dengan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, aaaamiiin… J
Demikian dan mohon maaf











Kayaknya Sandi niy yang emosional waktu nulisnya. Hahaha.
Sedikit bersemangat dan emosional…
Circular logic…
It’s like the program in a computer…
Saya memahami “tingkat kepentingan” Sandi untuk bisa mendapatkan IPK yang tinggi.
Asal tidak dengan menempuh “cara cepat” dalam menggapainya. Engga apa-apa.
Pengingat yang Indah, nuhun kang. Namun, insya Allah Sandi akan tetap menggunakan “cara cepat” mendapatkan penilaian terbaik dimata Allah saja, kalau di mata manusia biarkan saja tidak akan Sandi perdulikan…