Category Archives: Sandi Juandi

Kilas Balik

[...] Seperti tidak ada kegiatan dalam blog ini ya? Mungkin penulisnya telah mati; mati rasa untuk kembali membuka suara, mati rasa; karena terlalu memaksa. Ya, memang seperti dicampaka dan tidak terurus, tidak tertata rapih dan tidak rutin diisi. Seperti membiarkan tumbuhnya ilalang dalam rumah. Ya, memang demikian.

[...]

Maafkan aku sabahat, kita sudah lama tidak berjumpa, maklum banyak yang sedang Sandi lakukan beberapa pekan terakhir. Sekitar satu bulan ini, Sandi bergerak kesana-kemari dengan berbagai kegiatan. Ada yang berlangsung dalam kampus, ada juga yang bertetangga jauh. Banyak kegiatan menarik yang sangat ini Sandi bagi. Mulai dari bagaimana mebuat paspor, melakukan perjalanan jauh, perencanaan kegiatan, laporan perkembangan PKM, perkuliahan Online, penelitian bahasa Baduy, Pemeliharaan dan Pembuatan Website dan masih banyak lagi cerita yang akan Sandi sharing… :D

Sandi akui, rencana menulis sehari sebanyak 450 kata dalam perjanjian bersama sang dosen inspirasi sangat terbengkalai. Sandi sudah konfirmasi ke Beliau, Sandi mohon maaf ya Pak; kebetulan banyak alasan saja ini mah. Tapi yang pasti semangat untuk menulis dan membagikan ilmu pengetahuan tidak akan terpupus begitu saja. Jadi tetaplah berkunjung kesini ya Sahabat. Rumah Peneliti… :)

Jadi, melalui tulisan ini Sandi akan kembali memupuk ide. Menyiapkan diri untuk kembali merangkai kata, memberikan cerita yang syarat makna sehingga membawa bahagia. Ada banyak yang terlewat dalam cerita, tapi tak apa karena kita masih berjumpa. Dan ini adalah pembuka untuk sahabat kembali berkarya.

Selamat pagi sahabat peneliti,

Selamat datang di dunia mimpi,

Mari bersama berjuang mengisi hari penuh inspirasi.

Salam peneliti,

Sandi Juandi

Istirahat

Jika badan lelah, maka
Istirahatkanlah;
Jika diri gelisah, maka
Istirahatkanlah;
Jika hati gundah, maka
Istirahatkanlah;
Jika jiwa terluka parah, maka
Istirahatkanlah;
Jika masih tak kunjung pasrah, maka
Istirahatkanlah;

Carilah jiwa-jiwa tenang dalam naungan-Nya…

Keajaiban Keyakinan

Minggu, 1 April 2012

Dahulu dikala Sandi pulang dari Sumedang ke Bandung sehabis mudik, biasanya harus ada dana paling minimum ya 20 ribu rupiah lah buat di jalan. Namun berbeda dengan sekarang, entah kenapa sekarang Sandi bisa yakin bahwa dengan modal 2 ribu pun Sandi masih bisa pulang pergi Bandung Sumedang dengan selamat sentausa dan sejahtera, aaaamiiinn… :)

Bagaimana bisa demikian?

Em, begini sahabat; jangan bilang-bilang ya ke siapapun. Ini rahasia kita saja… :D

Semenjak beberapa bulan terakhir ini, Sandi memiliki keyakinan yang menghujam bahwa Allah yang Maha Mengetahui segalanya adalah Maha Pemberi Rejeki, Maha Adil dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan keyakinan yang menghujam bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya, maka Sandi membulatkan tekan dan memperbaiki serta meningkatkan kerja keras Sandi untuk berusaha lebih baik dan giat terbalut dengan kejujuran dan niat yang tulus mengharap ridho Allah semata. Makanya dengan keyakinan tersebut Sandi sekarang tidak terlalu khawatir dengan pembagian rejeki yang Allah pasti cukupkan setiap waktu… :)

Lalu apa hubungan nya dengan ongkos ke Bandung 2 ribu rupiah? :o

Memang pada saat Sandi akan berangkat ke Bandung, Sandi hanya mengantongi uang dalam dompet 2 ribu rupiah saja. Namun dengan keyakinan yang tadi Sandi utarakan, Alhamdulillah, setelah berpamitan dan memohon doa restu kepada Orang tua Sandi, Sandi mendapat ridho dan kucuran dana sebanyak 45 ribu rupiah. Mungkin sahabat akan tertawa, yaiyalah pasti bisa ke Bandung jika dengan Uang segitu!

Eit, tunggu dulu. Dengan uang 47 ribu rupiah di dalam dompet serta bekal doa dan restu orang tua terbalut keyakinan terhadap Allah semata Sandi memulai petualangan. Bismillah, motor jagur tinggal landas dari rumah sukses ku dan menuju rumah inspirasi. Singgah sekitar 10 menit dengan terburu-buru karena dikejar waktu, dan inilah yang Sandi kerjakan. Sandi mencoba menguji keyakinan terhadap diri, lalu? Cling uang dari dompet Sandi keluarkan sebesar 20 ribu rupiah untuk membayar kartu nama Sandi. Sandi memiliki keyakinan bahwa, barang siapa yang menahan rejeki dari Allah untuk orang lain; maka Allah pun akan menahan rejeki nya. Intinya sih, pejabaran dari barang siapa yang berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada yang berbuat baik… :)

Nah, sahabat tersisalah uang di dalam dompet yang penuh dengan keyakinan tersebut sebesar 27 ribu rupiah. Lalu? Sandi meluruskan niat dan tekad sembari berpamitan. Bimillah… :)

Perjalanan Sumedang-Bandung, biasanya Sandi tempuh selama 2-3 jam, mengingat kepadatan jalan dan keadaan motor Sandi yang memang tidak bisa mengebut… :D Namun dengan perjalanan panjang tersebut, Alhamdulillah banyak sekali inspirasi dan ide-ide cemerlang yang memberikan pencerahan terhadapa kehidupan Sandi. Terima kasih banyak Jaguuur… :)

Tak jarang dalam perjalanan yang melelahkan tersebut, Sandi tertidur sambil mengendarai motor… :o Bukan sedang atraksi seperti sirkus, namun bagaimana lagi; biasanya kelelahan dengan rutinitas sehari-hari membuat stamina tubuh menurun. Dan keadaan menggunakan motor adalah keadaan yang santai untuk beristirahat, apalagi jika sendirian tidak ada teman ngobrol… :o

Dengan setengah terpapah-papah karena ngantuk, perjalanan masih terus berjalan kadang berhenti sebentar untuk menyegarkan kembali pikiran. Namun ketika menginjak setengah perjalanan, kepala Sandi semakin pusing dan mengantuk sehingga Sandi merubah strategi dan memberanikan diri untuk beristirahat sejenak di Sari Kedelai, Rumah Makan tahu khas Sumedang yang berada di Jatinaggor. Dan cling, Sandi keluarkan 20 ribu rupiah untuk membeli tahu dan pisang keju, makanan kesukaan Sandi. Jadi sisa uang yang Sandi bawa ke Bandung adalah? Ya, tinggal 7 ribu rupiah lagi loh? :D

Nah dengan uang itulah Sandi berangkat ke Bandung dan memulai kehidupan kembali sebagai mahasiswa. Lalu apa keajaiban keyakinan yang Sandi dapatkan? Mari kita tanya Galileooo… :D

<bersambung ke edisi mendatang…>

Switch to our mobile site