Category Archives: Kota Indonesia dan Cerita
Argo Bromo Pagi
Aku melaju
Berderet rumah telah termangu
Meninggalkan ku
Aku melaju
Berbaris petak kebun telah tertuju
Mengilu ku
Aku melaju
Berjajar kendaraan asap CU
Menyesakan ku
Aku melaju
Belari tanpa menunggu
Meski kamu
Aku melaju
Berjuang untuk pulang
Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Guntur (1)
Sebelumnya Sandi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pengunjung setia Catatan Peneliti yang bertamu akhir pecan kemarin. Sandi belum dapat bertegur sapa dengan sahabat semua dikarenakan sedang dalam perjalanan menuju Garut, untuk mendaki Gunung Guntur bersama kawan-kawan OOPS (Oge Oge Pisan). Selain itu juga adanya perbaikan server dan maintenance web mengharuskan Sandi untuk membekukan kegiatan menulis, dan mohon doanya ya sahabat, mudah-mudahan perbaikan nya lekas selesai, aaaaamiiiin…
*Okay, let me tell you the story of my holiday…
Jumat, 27 Januari 2012
<<<Preparing the Journey>>>
Dalam mempersiapkan perjalanan pendakian gunung Guntur kemarin Sandi tidak mempersiapkan nya terlalu terperinci. Selain terbatasnya sumber anggaran, persiapan kemarin tidak maksimal karena adanya kegiatan beruntun sebelum Sandi berangkat. Banyak hal yang bias di bagikan mengenai bagaimana merencanakan perjalanan, jadi berkunjung yang sering ya Sahabat…
<<<On the way to Garut>>>
Perjalanan bersama motor tersayang menuju Garut kota Intan. Sejujurnya ini pengalaman pertama menggunakan motor sendirian ke Garut terutama menggunakan jalur Garut kota yang tidak begitu Sandi kenal dengan jelas. Selain was-was ‘hariwang’ tersesat dijalan, ada perasaan takut juga ketika mendengar jalan nagrek, tanjakan yang curam katanya. Namun berkat doa Orang tua dan sahabat, Alhamdulillah perjalanan berjalan lancer, sukses, jaya dan full barokah… J
<<<Arrived in Tarogong>>>
Ini bukan kali pertama Sandi mendarat di bumi, tapi ini kali pertama Sandi mendarat di Tarogong-Garut kota begitulah. Kota Tarogong tertata dengan rapi, Sandi mendarat pertama kali di alun-alun Tarogong menunggu Fahmi yang menjadi tuan rumah dan penggagas ide pendakian Gunung Guntur ini. Sambil menunggu tidak lupa makan baso tahu dong; mau, mau, mau…
<<<Bertamu di rumah Fahmi>>>
Dengan ransel 70+5 yang menempel mesra di punggung Sandi, akhirnya sampai juga di cek poin pertama. Rumah Fahmi, rumah fahmi, rumah Fahmi…
<<<Ciengan the Hot one>>>
Mau berenang ga malam-malam? Pasti kemungkinan besar sahabat tidak akan mau ya?? Kalau Sandi mau-mau saja, karena ini beda. Berenang di air panas! Hore, berenang ini menjadi relaksasi yang sangat mujarab setelah perjalanan tadi siang.
<<<The Night before the Journey>>
Setelah berenang di air panas, badan sandi terasa sangat nyaman dan santai. Memang mandi air panas menyenangkan. Saat nya tidur dengan pulas sebelum perjalanan pendakian besok pagi. Namun tidak semudah itu tidur ketika sahabat-sahabat OOPS sedang on the spirit…
Sabtu, 28 Januari 2012
<<<Adzan Shubuh>>>
Ini adzan subuh pertama yang membuat Sandi bingung, karena bedanya kesiapan tuan rumah dalam menyikapi waktu ijabah doa. Sandi harus banyak mencontoh dari kesigapan keluarga ini dalam menjemput ridho Allah… J
<<<Sarapan Pagi>>>
Bangun tidur loh ini, hehehe… Tapi bukan baru bangun tidur sekali, selepas sholat Shubuh tadi Sandi tidur lagi karena malam baru tidur sekitar pukul 1 pagi. Namun sayang nya, Sandi sudah lama tidak membiasakan saparan pagi sehingga perut Sandi menolak untuk sarapan pagi. Jangan di tidur ya sahabat, sarapan pagi-pagi itu adalah kunci kesuksesan; dan Sandi pun akan membiasakan diri kembali untuk sarapan pagi… J
<<<Obrolan dengan K.H. A. Saefuttamam, MBA>>>
Tidak dapat dipungkiri kalau Sandi mencintai pembicaraan yang membangun dan menginspirasi. Sarapan pagi yang terlewat tadi tergantikan dengan sarapan Ilmu yang bermanfaat bersama dengan K.H. A. Saefuttamam, MBA. Banyak ilmu yang tergali dari sana… J
<<<Ready to Success!>>>
Perjalanan pendakian Gunung Guntur dimulai, tidak ada kata menyerah untuk sukses! Perjalan yang ribuan kilo meter pun dimulai dengan satu langkah, begitulah kata bijak yang sering mengiang-ngiang…
<<<Bersambung>>>
Aturan-aturan bertamu ke Baduy
Melanjutkan cerita tentang Baduy, sebelum berlanjut kepada cerita perjalanan ada baiknya kita terlebih dahulu menyamakan persepsi tentang adat yang harus dihormati selama perjalanan di Baduy. Berdasarkan surat keputusan camat Leuwidamar No: 556.4/305-Kec/IX/2005 ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh tamu yang akan berkunjung. Terdapat 24 aturan yang harus dipatuhi dan dihormati adapun aturan tersebut adalah;
- Melapor kepada Kepala Desa Kanekes
- Mengisi buku tamu yang telah disediakan
- Menghargai serta menghormati adat istiadat masyarakat Baduy selama ada di wilayah Baduy.
- Tidak membawa radio/tape, serta tidak membunyikannya selama berada di wilayah Baduy.
- Tidak membawa gitar atau memaikannya selama di Baduy.
- Tidak membawaalat pengeras suara serta tidak membunyikannya selama berada di wilayah Baduy.
- Tidak membawa senapan angina atau sejenisnya.
- Tidak membuang sampah sembarangan (terutama dari bahan kaleng atau plastik).
- Tidak membuang sampah dan sejenisnya ke sungai.
- Tidak membuang punting rokok yang masih menyala.
- Tidak menebang pohon sembarangan.
- Tidak mencabut dan merusak tanaman sepanjang jalan yang dilalui.
- Para pengunjung dilarang memasuki hutan larangan; Hutan Lindung dan Hutan Tutupan.
- Tidak membawa dan mengkonsumsi minuman yang memabukan.
- Tidak membawa dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang (seperti narkoba, shabu-shabu dan lainnya).
- Tidak melanggar norma susila.
- Penginapan di Baduy Wanita dan Pria terpisah kecuali suami istri.
- Tidak mengunakan sabun, odol jika mandi di Baduy dalam.
- Bagi kulit putih, (bukan orang Indonesia) dilarang memasuki Baduy dalam (Cibeo, Ceretawana, dan Cikeusik). Di Baduy dalam dilarang; membuat film, membuat rekaman video, dan membuat rekaman suara.
- Pada bulan Kawalu menurut penaggalan Baduy, selama tiga bulan berturut-turut baduy dalam tertutup untuk semua tamu.
- Untuk para peneliti harus membawa Surat Keterangan Penelitian dari masing-masing lembaga (Kampus).
- Mematuhi peraturan Undang-undang yang berlaku di Indonesia.
- Menjaga stabilitas keamanan, ketentraman, ketertiban umum dan kebersihan.
- Melaksanakan ajaran/perintah agama secara tertib dan tidak mencolok
Cukup jelas kan aturan bertamu nya? Yah, semuanya dilakukan untuk menjaga dan menghormati ada istiadat setempat. Jadi, tunggu apalagi? Mari berkunjung ke Baduy!
Salam perubahan!
*Sumber: dokumen pribadi












